Pemberdayaan kader dan orang tua dalam pencegahan stunting melalui gerakan peduli stunting di Desa Bukit Raya
Abstract
Angka stunting tertinggi di Kalimantan Timur terdapat di Kabupaten Kutai Kartanegara (268 kasus), diikuti Samarinda (194 kasus) dan Balikpapan (179 kasus). Di wilayah Puskesmas Teluk Dalam, prevalensi stunting mencapai 64% (171 kasus), sementara di Desa Bukit Raya terdapat 34 balita stunting, angka ini berada di atas rata-rata kabupaten. Permasalahan utama adalah program penanggulangan stunting yang belum berkesinambungan akibat keterbatasan tenaga kesehatan serta belum adanya penyuluhan kepada orang tua. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan menurunkan angka stunting di Desa Bukit Raya melalui dukungan terhadap tenaga kesehatan dalam pelayanan balita, pemberdayaan kader, serta peningkatan pengetahuan orang tua tentang dampak stunting. Solusi yang ditawarkan meliputi edukasi dan pelatihan kader kesehatan serta penyuluhan kepada orang tua untuk meningkatkan kepedulian terhadap stunting. Mitra kegiatan adalah kader kesehatan dan perangkat desa (kepala desa, sekretaris desa, dan kepala dusun) yang berperan sebagai role model dalam keberlanjutan program melalui pembentukan “Gerakan Peduli Stunting”. Target capaian meliputi terbentuknya tim Gerakan Peduli Stunting, peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dari tidak ada menjadi ada, peningkatan kapasitas mitra dalam edukasi stunting hingga 100%, peningkatan capaian pelayanan kesehatan reproduksi dari 66% menjadi 77%, serta peningkatan keterampilan kader dan masyarakat sebagai mentor edukasi stunting dari 0% menjadi 100%.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
World Health Organization. Community Engagement: A Health Promotion Guide for Universal Health Coverage in the Hands of the People. Geneva: WHO; 2020.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pelayanan Kesehatan Balita di Puskesmas. Jakarta: Kemenkes RI; 2022.
Glanz K, Rimer BK, Viswanath K, eds. Health Behavior: Theory, Research, and Practice. 5th ed. San Francisco: Jossey-Bass; 2015.
Perry HB, Zulliger R, Rogers MM. Community health workers in low-, middle-, and high-income countries: an overview of their history, recent evolution, and current effectiveness. Annu Rev Public Health. 2017;38:399–421. doi:10.1146/annurev-publhealth-031816-044348
UNICEF. Infant and Young Child Feeding Programming Guide. New York: UNICEF; 2021.
World Health Organization. WHO Guideline on Health Policy and System Support to Optimize Community Health Worker Programmes. Geneva: WHO; 2018.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Transformasi Digital Kesehatan Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI; 2023.
Al Rahmad AH, Ahmad A, Fadjri TK, Junaidi J, Iskandar I, Hadi A. Sosialisasi dan pelatihan aplikasi PSG Balita dalam menciptakan peluang usaha pada remaja gizi milenial. Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi. 2024 Apr 1;6(1):26-33.
Al Rahmad AH, Salsabila JS, Erwandi E, Fadjri TK. Pengembangan Leaflet Pencegahan dan Pengendalian Overweight Sebagai Media Penyuluhan dalam Meningkatkan Pengetahuan. Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health). 2024 Nov 30;8(2):82-8.
Victora CG, Christian P, Vidaletti LP, Gatica-Domínguez G, Menon P, Black RE. Revisiting maternal and child undernutrition in low-income and middle-income countries: variable progress towards an unfinished agenda. Lancet. 2021;397(10282):1388–1399. doi:10.1016/S0140-6736(21)00394-9
Wijayanti LA, Hijrah H, Millati R, Saputra MK, Suprapto S, Wijayanti YT. Improving nurse competence in health centers through practice-based training. Jurnal Pengabdian Masyarakat Edukasi Indonesia. 2025 Feb 10;2(1):9-16.
Refbacks
- There are currently no refbacks.


