Karakteristik ibu dan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting di Kelurahan Padebuolo Kota Gorontalo

Indra Domili* -  Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Gorontalo, Jalan Taman Pendidikan No. 36, Kota Gorontalo, Gorontalo, Indonesia
Syafrawati Djamadi Suleman -  Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Gorontalo, Kota Gorontalo, Indonesia
Fitri Yani Arbie -  Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Gorontalo, Kota Gorontalo, Indonesia
M Anas Anasiru -  Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Gorontalo, Kota Gorontalo, Indonesia
Rahma Labatjo -  Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Gorontalo, Kota Gorontalo, Indonesia

Supp. File(s): common.other common.other common.other common.other

Children who do not get exclusive breastfeeding will be at risk of deficiency of nutrients needed in the growth process. This study aims to analyze the relationship between stunting and exclusive breastfeeding. The research method uses a cross-sectional research design with quantitative research, presented by means of descriptive-analytic with the number of respondents as many as 41 people. Data regarding the child's height was obtained by measuring the child's height using a digital weight scale with an accuracy of 0,1 kg. Data regarding children's age is obtained by birth certificate records or family cards. Mothers’ knowledge about exclusive breastfeeding and its giving was obtained using interview techniques. Data analysis using univariate analysis was carried out on each variable resulting from the study in the form of frequency distribution and percentage of each variable. Bivariate analysis to analyze the relationship between variables using Chi-square with 95% CI. The results showed that knowledge (p= 0,633) and education (p= 0,840) had no effect on exclusive breastfeeding (p > 0,05). Meanwhile, exclusive breastfeeding did not affect the incidence of stunting (p= 0,797). In conclusion, education, knowledge and exclusive breastfeeding have no significant correlation with the incidence of stunting in children under five.

Supplement Files

Keywords : Education; exclusive breastfeeding; knowledge; stunting

  1. Al-Anshori, H., & Nuryanto, N. (2013). Faktor risiko kejadian stunting pada anak usia 12-24 bulan (Studi di Kecamatan Semarang Timur). Journal of Nutrition College, 2(4), 675–681. https://doi.org/10.14710/jnc.v2i4.3830
  2. AL Rahmad, A. H., & Miko, A. (2016). Kajian stunting pada anak balita berdasarkan pola asuh dan pendapatan keluarga di Kota Banda Aceh. Kesmas Indonesia, 8(02), 58–77.
  3. Arbie, F. Y., & Labatjo, R. (2019). Examining the nutrition levels and stunting problem in Indonesian children. AcTion: Aceh Nutrition Journal, 4(2), 89–98. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.30867/action.v4i2.126
  4. Aridiyah, F. O., Rohmawati, N., & Ririanty, M. (2015). Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada anak balita di wilayah pedesaan dan perkotaan. Pustaka Kesehatan, 3(1), 163–170.
  5. Balitbangkes. (2018). Laporan Nasional Riskesdas 2018. In Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
  6. Dinkes Gorontalo. (2017). Hasil Pelaksanaan Pemantauan Status Gizi (PSG) Gorontalo. In Bidang Gizi Masyarakat, Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo.
  7. Hanifah, S. A., Astuti, S., & Susanti, A. I. (2017). Gambaran karakteristik ibu menyusui tidak memberikan ASI eksklusif di Desa Cikeruh Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang Tahun 2015. Jurnal Sistem Kesehatan, 3(1), 38–43. https://doi.org/https://doi.org/10.24198/jsk.v3i1.13960
  8. Hartini, S. (2014). Hubungan tingkat pendidikan ibu dengan keberhasilan ASI eksklusif pada bayi Umur 6-12 Bulan di Puskesmas Kasihan II Yogyakarta. In Program Studi Ilmu Keperawatan. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ’Aisyiyah Yogyakarta.
  9. Indrawati, S. (2016). Hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada anak usia 2-3 tahun di Desa Karangrejek Wonosari Gunungkidul. In Prodi Ilmu Keperawatan. Universitas ’Aisyiyah Yogyakarta.
  10. Kalla, M. J. (2017). 100 Kabupaten/Kota Prioritas untuk Intervensi Anak Kerdil (Stunting) (1st ed., pp. 5–7). Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia.
  11. Kementerian Kesehatan RI. (2017). Profil Kesehatan Indonesia 2016.
  12. Kusuma, K. E., & Nuryanto. (2013). Faktor risiko kejadian stunting pada anak usia 2-3 tahun (Studi di Kecamatan Semarang Timur). Journal of Nutrition College, 2(4), 523–530. https://doi.org/https://doi.org/10.14710/jnc.v2i4.3735
  13. Listyaningrum, T. U., & Vidayanti, V. (2016). Tingkat pengetahuan dan motivasi ibu berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja. Jurnal Ners Dan Kebidanan Indonesia, 4(2), 55–62. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.21927/jnki.2016.4(2).55-62
  14. Mabud, N. H., Mandang, J., & Mamuaya, T. (2014). Hubungan pengetahuan, pendidikan, paritas dengan pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Bahu Kecamatan Malalayang Kota Manado. Jurnal Ilmiah Bidan, 2(2), 51–56. https://doi.org/https://doi.org/10.47718/jib.v2i2.316
  15. Miko, A., & Al-Rahmad, A. H. (2017). Hubungan berat dan tinggi badan orang tua dengan status gizi balita di Kabupaten Aceh Besar. Gizi Indonesia, 40(1), 21–34. https://doi.org/https://doi.org/10.36457/gizindo.v40i1.222
  16. Millenium Challenge Account Indonesia. (2015). Backgrounder: Stunting dan masa depan indonesia. www.mca-indonesia.go.id
  17. Notoatmodjo, S. (2011). Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni (Revisi). Rineka Cipta.
  18. Nurkhayati, A. (2014). Hubungan antara pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif dengan motivasi pemberian ASI eksklusif. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
  19. Okawary, O. (2015). Hubungan status pekerjaan ibu dengan pemberian ASI eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Seyegan Sleman Yogyakarta. In Program Studi Ilmu Keperawatan. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ’Aisyiyah Yogyakarta.
  20. Picauly, I., & Toy, S. M. (2013). Analisis determinan dan pengaruh stunting terhadap prestasi belajar anak sekolah di Kupang dan Sumba Timur, NTT. Jurnal Gizi Dan Pangan, 8(1), 55–62. https://doi.org/https://doi.org/10.25182/jgp.2013.8.1.55-62
  21. Pitaloka, D. A., Abrory, R., & Pramita, A. D. (2018). Hubungan antara pengetahuan dan pendidikan ibu dengan pemberian ASI eksklusif di Desa Kedungrejo Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo. Amerta Nutrition, 2(3), 265. https://doi.org/10.20473/amnt.v2i3.2018.265-270
  22. Rahayu, S., Djuhaeni, H., Nugraha, G. I., & Mulyo, G. E. (2019). Hubungan pengetahuan, sikap, perilaku dan karakteristik ibu tentang ASI eksklusif terhadap status gizi bayi. AcTion: Aceh Nutrition Journal, 4(1), 28–35. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.30867/action.v4i1.149
  23. Rahmad, A. H. Al, Miko, A., & Hadi, A. (2013). Kajian stunting pada anak balita ditinjau dari pemberian ASI eksklusif, MP-ASI, status imunisasi dan karakteristik keluarga di Kota Banda Aceh. J Kesehatan Ilmiah Nasuwakes, 6(2), 169–184.
  24. Rohmatun, N. Y. (2014). Hubungan tingkat pendidikan ibu dan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita di Desa Sidowarno Kecamatan Wonosari Kabupaten Klaten. In Program Studi Gizi, Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
  25. Saputri, B. E., Malonda, N. S. H., & Amisi, M. D. (2018). Hubungan antara riwayat pemberian ASI dengan status gizi pada anak usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pusomaen Kabupaten Minahasa Tenggara. Kesmas, 7(4), 56–72.
  26. Sariy, R. B., Simanjuntak, B. Y., & Suryani, D. (2018). Pemberian MP-ASI dini dengan status gizi (PB/U) usia 4-7 bulan di Kecamatan Ratu Samban Kota Bengkulu. AcTion: Aceh Nutrition Journal, 3(2), 103–109. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.30867/action.v3i2.95
  27. Septiani, H. U., Budi, A., & Karbito, K. (2017). Faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif oleh ibu menyusui yang bekerja sebagai tenaga kesehatan. Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan, 2(2), 217373. https://doi.org/https://doi.org/10.30604/jika.v2i2.62
  28. WHO. (2018). Reducing stunting in children: equity considerations for achieving the global nutrition targets 2025. In Department of Nutrition for Health and Development. Department of Nutrition for Health and Development. World Health Organization.

Open Access Copyright (c) 2021 The Author(s)
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

AcTion: Aceh Nutrition Journal
Diterbitkan oleh : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes RI Aceh
Jl. Soekarno-Hatta Kampus Terpadu Poltekkes Kemenkes Aceh, Aceh Besar, 23352
Telp/Fax : 0651 46126 / 0651 46121
Website: https://gizipoltekkesaceh.ac.id
E-mail : jurnal6121@gmail.com

e-issn: 2548-5741, p-issn: 2527-3310

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional

Get a feed by atom here, RRS2 here and OAI Links here