Implementasi dan evaluasi good manufacturing practices (GMP) berbasis CPPOB pada UMKM teh tarik jelly, Desa Selorejo, Malang

Alliyyah Zalfa Putri Anaba, Jhauharotul Muchlisyiyah, Dodyk Pranowo

Abstract

UMKM Teh Tarik Jelly merupakan usaha mikro yang bergerak dalam produksi minuman berbasis teh tarik jelly di Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Studi evaluasi ini dilatarbelakangi oleh tingginya risiko kontaminasi mikrobiologis dan kimia pada produk minuman jelly yang dapat menyebabkan foodborne illness, serta kebutuhan UMKM untuk menerapkan sistem produksi yang memenuhi standar keamanan pangan, khususnya Good Manufacturing Practices (GMP) berbasis  Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB). Permasalahan utama meliputi belum diterapkannya prinsip GMP-CPPOB yang berisiko menimbulkan kontaminasi silang, cemaran fisik, dan pertumbuhan mikroorganisme patogen, tidak tersedianya Standar Operasional Prosedur (SOP), serta ketiadaan sistem dokumentasi produksi yang terstruktur. Program ini menggunakan desain pre-post single group evaluation. Metode evaluasi yang diterapkan meliputi observasi lapangan, penyusunan modul implementatif, pelatihan aplikatif, dan simulasi audit mandiri menggunakan formulir evaluasi CPPOB 25 aspek. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam penerapan CPPOB dari 11 aspek terpenuhi (44%) menjadi 22 aspek terpenuhi (88%), dengan peningkatan skor evaluasi dari kategori C (skor 6) menjadi kategori B (skor 15). Program menghasilkan 1 modul GMP-CPPOB komprehensif, 3 SOP operasional, dan 4 form log harian yang berhasil diterapkan. Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa implementasi sistem GMP-CPPOB dapat meningkatkan kesiapan UMKM dalam pengajuan sertifikasi IP-CPPOB dan memperkuat keamanan pangan produk lokal sehingga berkontribusi pada pencegahan foodborne illness di masyarakat. Keterbatasan kegiatan meliputi tidak adanya kelompok kontrol dan periode follow-up jangka panjang.

Keywords

CPPOB, GMP, keamanan pangan, minuman jelly, UMKM

Full Text:

PDF

References

Food and Agriculture Organization. Food Safety and Quality: Microbiological Hazards in Food. FAO; 2019.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Laporan Tahunan Keamanan Pangan. BPOM RI; 2022.

Statista. Ready-to-Drink Beverage Consumption Trends in Asia-Pacific. Statista Research Department; 2023.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Pedoman Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB). BPOM RI; 2020.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Petunjuk Teknis Sertifikasi CPPOB. BPOM RI; 2021.

Oktavianasari D, Putri RM, Sari NP. Implementation of Good Manufacturing Practices (GMP) in small and medium food enterprises to improve product quality. J Food Saf. 2020;40(5):e12812. doi:10.1111/jfs.12812

World Health Organization. Food Safety Guidelines for Small and Medium Enterprises. WHO; 2022.

Rahman A, Sari D, Nugroho Y. Facility layout redesign to improve productivity in small food industries. J Ind Eng Manag. 2019;12(3):456-465. doi:10.3926/jiem.2873

Nurhayati E, Widodo T, Prasetyo A. Development of training modules for improving food safety practices in SMEs. J Community Dev. 2021;36(2):145-154.

Suryani L, Hartono B, Wibowo A. Packaging innovation and competitiveness of small food enterprises. J Food Sci Technol. 2018;55(9):3456-3463. doi:10.1007/s13197-018-3290-1

World Health Organization. WHO Estimates of the Global Burden of Foodborne Diseases. WHO; 2015.

Centers for Disease Control and Prevention. Foodborne Germs and Illnesses. CDC; 2023.

Glanz K, Rimer BK, Viswanath K. Health Behavior: Theory, Research, and Practice. 5th ed. Jossey-Bass; 2016.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.