Hubungan antara pengetahuan ibu, praktik pemberian makan balita, dan pendapatan orang tua dengan stunting pada anak usia 12–59 bulan: Studi kasus-kontrol di Kalimantan Tengah, Indonesia
DOI: 10.30867/gikes.v7i1.3130Abstract
Background: Stunting (tengkes) remains a major nutritional problem in Indonesia and is closely related to child care, feeding practices, and household socioeconomic conditions.
Objectives: To assess the effects of maternal knowledge, toddler feeding patterns, and parental income on stunting among toddlers in the service area of UPT Puskesmas Palingkau.
Methods: This quantitative comparative study used a case–control design conducted at UPT Puskesmas Palingkau, Kapuas Murung Subdistrict, Kapuas Regency, Central Kalimantan, from November 3 to 9, 2025. The population comprised mothers with toddlers aged 12–59 months; July population data recorded 146 stunted and 477 non-stunted toddlers. A proportional random sampling technique was applied with a 1:3 case-to-control ratio, yielding 204 respondents (51 cases and 153 controls). Maternal knowledge was measured using a questionnaire, feeding patterns were assessed based on toddler meal pattern categorization, and parental income was grouped into high/low categories. Data were analyzed using the chi-square test and Odds Ratio (OR) estimation.
Results: Low maternal knowledge was more common in cases than in controls (58.8% vs. 16.9%, p=0.001, OR=1.930). Low parental income was higher in cases than in controls (74.5% vs. 37.9%, p=0.001, OR=1.558). Poor feeding patterns predominated in cases (72.5% vs. 22.9%) with p=0.001 and OR=2.174.
Conclusion: Maternal knowledge, parental income, and toddler feeding patterns were significantly associated with stunting. Strengthening nutrition education and improving dietary diversity, along with socioeconomic support for vulnerable households, are recommended to reduce stunting in the study area.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Ahnafani, M. N., Ariani, M., Fetriyah, U. H., & Nito, P. J. B. (2024). Hubungan status ekonomi dan tingkat pendidikan ibu dengan kejadian stunting pada balita. Holistik Jurnal Kesehatan, 18(8), 988–1000.
Aini, N., & Kartikasari, D. (2021). Hubungan pengetahuan ibu dengan praktik pemberian makan balita. Jurnal Gizi Indonesia, 9(2), 102–110.
Andriani, P., Niar, N., Anita, N., Ernawati, E., & Diana, S. A. (2024). Hubungan pengetahuan ibu dan pola pemberian makan dengan kejadian stunting pada balita usia 12–59 bulan. Jurnal Kesehatan Marendeng, 8(2), 97–108.
Apriastini, N. K. T., dkk. (2024). Stunting: Faktor resiko, diagnosis, tatalaksana, dan prognosis. Ganesha Medicine, 4(1), 17–23.
Azira, Z., Hartaty, N., & Atika, S. (2025). Gambaran pola pemberian makan balita. Indonesian Journal of Health Science, 5(2), 277–288.
Aziza, N., & Mil, S. (2021). Pengaruh pendapatan orang tua terhadap status gizi anak usia 4–5 tahun pada masa pandemi COVID-19. GOLDEN AGE: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini, 6(3), 109–120. https://doi.org/10.14421/jga.2021.63-01
Darlina, D., Sari, R. P., & Wahyuni, T. (2022). Pola asuh dan praktik pemberian makan sebagai faktor resiko stunting pada balita. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 17(1), 55–63.
Dini, L. R., Pratiwi, R., & Setiawan, A. (2023). Asupan energi dan protein terhadap pertumbuhan linier balita. Media Gizi Indonesia, 18(1), 12–20.
Fitriani, N., & Yuniarti, E. (2020). Keragaman pangan dan hubungannya dengan status gizi balita. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 16(3), 134–141.
Gurang, Y. M. G., Briawan, D., & Widodo, Y. (2023). Feeding patterns and stunting. Media Gizi Indonesia, 18(1), 19–27.
Hamidah, S., Lestari, D., & Putri, R. A. (2022). Hubungan status ekonomi keluarga dengan kejadian stunting pada balita. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 14(2), 89–97.
Haryani, S., Lestari, E., & Kurniawati, D. (2023). Konsumsi protein hewani dan resiko stunting pada anak usia bawah lima tahun. Jurnal Gizi Pangan, 18(2), 95–103.
Hasibuan, I. K., & Khadijah, K. (2025). Hubungan status sosial ekonomi keluarga dan status gizi pada anak usia dini di Desa Hasahatan Julu. Jurnal Raudhah, 13(1).
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020 tentang standar antropometri anak. Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2023. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan.
Khotimah, K. (2022). Dampak stunting dalam perekonomian. JISP, 2(1), 113–132.
Lestari, T. R. P., Indriani, D., & Mahmudiono, T. (2018). Hubungan pengetahuan ibu tentang gizi dan asupan makan balita dengan status gizi balita (BB/U) usia 12–24 bulan. Amerta Nutrition, 2(1), 37–44. https://e-journal.unair.ac.id/AMNT/article/view/7136
Mirasa, A. P. (2023). Faktor resiko gangguan pertumbuhan pada balita usia 24–59 bulan. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 18(1), 45–53.
Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah. (2025, 12 Agustus). Kalteng perkuat komitmen turunkan stunting, target 2025 capai 20,6 persen. https://mmc.kalteng.go.id/
Palupi, F. H., Renowening, Y., & Mahmudah, H. (2023). Pengetahuan ibu tentang gizi berhubungan dengan kejadian stunting pada balita umur 24–36 bulan. JKM: Jurnal Kesehatan Mahardika, 10(1), 1–6. https://doi.org/10.54867/jkm.v10i1.145
Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia. (2025, 28 Mei). Prevalensi stunting Indonesia turun ke 19,8%. https://stunting.go.id/
UNICEF. (2021). The UNICEF conceptual framework on maternal and child nutrition. United Nations Children’s Fund.
Vera, Y., & Hambali. (2021). Hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan kejadian stunting pada balita. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(2), 85–92.
Wakkary, A. I., & Hutapea, L. M. N. (2025). Kualitas pengetahuan ibu tentang makanan sehat untuk mencegah stunting. Jurnal Keperawatan, Fakultas Keperawatan Universitas Advent Indonesia.
World Health Organization. (2023). Stunting in a nutshell. WHO.
Wulandari, D., Sari, M., & Prasetyo, B. (2022). Pola makan dan kejadian stunting pada balita. Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia, 11(1), 66–74.
Refbacks
- There are currently no refbacks.











